Assalamualaikum dan salam hormat kepada semua fotografer di luar sana.
Korang pernah tak imagine kalau tiba-tiba kamera korang hang atau rosak masa tengah shoot wedding atau event penting?
Zaman sekarang memang jarang dengar sebab ramai pakai mirrorless jika nak dibandingkan dengan zaman DSLR dulu. Zaman habis shutter count. Tapi zaman sekarang pun ada juga. Tapi masalah lain. Contohnya Skrin belakang gelap dan lain-lain.
Time kena, memang rasa macam dunia nak kiamat. Client dah bayar, expectation tinggi, tapi kamera yang korang harap sangat tu tiba-tiba buat hal.
Hari ni saya nak berkongsi apa yang korang kena buat kalau situasi ni terjadi. Berdasarkan pengalaman saya lebih 3 dekad dalam photography industry, saya pernah melalui situasi macam ni beberapa kali. Yang penting, korang kena tahu how to handle dengan professional dan tak panic.
Kenapa Masalah Ni Selalu Terjadi?
Saya perasan, ramai fotografer especially yang baru start tu, diorang hanya ada satu camera body. Budget constraints. Bermula dengan apa yang ada bak kata ramai sifu-sifu foto. Tapi serious talk – photography business ni memang high risk kalau korang tak prepare backup plan.
Yang saya perhatikan, ini bukan pasal kamera korang murah atau mahal. Even kamera professional pun boleh buat hal:
- Battery tiba-tiba kong
- Memory card corrupt
- Mechanical failure
- Accident jatuh
- Kena air
Ingat baik-baik – Murphy’s Law dalam photography: “Anything that can go wrong, will go wrong at the worst possible moment.”
Pengalaman Peribadi Saya Yang Tak Akan Saya Lupa
Mari saya share true story yang pernah terjadi pada saya.
Tahun 2005, saya ada satu wedding. Biasa ja di rumah. Saya bawa Olympus E-300. Zaman tu tak tak pakai SD card macam sekarang. Saya guna micro HD sebesar CF card hanya untuk dapatkan 1GB storage.
Masa pengantin lelaki mula berkompang dari hujung jalan. Tiba-tiba saya rasa kamera saya panas macam seterika. Tiba-tiba mati sendiri dan tak boleh on. Masa tu zaman awal-awal digital camera memang belum stabil!
Time tu pulak body camera sebijik ja ada.
Apa yang boleh saya lakukan masa tu hanyalah menelefon kawan yang ada kamera. Minta pinjam kamera. Nasib baik dia free dan ambil masa dalam 45 untuk sampai.
Memang time kena tu saya minta ampun siap-siap pada pengantin perempuan. Alhamdullilah dia pun jenis orang yang tenang. Dia kata “tak perlah, nanti kamera sampai kita shoot mana yang sempat”.
perggh… lega gile. Itulah pentingnya kita cari client yang understanding.
Saya tak buat outdoor. Tapi untuk wedding tu saya bagi free outdoor. Untuk cover balik.
Bagi anda, saranan saya jika ada masalah kamera. Saya listkan seperti dibawah.
Action Plan Bila Kamera Fail – Level 1: Emergency Mode
Step 1: Jangan Panic – Stay Professional
Yang korang kena buat first:
- Tarik nafas dalam-dalam. Akui problem terjadi. Anda sedang diuiji.
- Jangan tunjuk panic kat client
- Assess situation dengan tenang
- Estimate berapa banyak masa ada untuk fix
Step 2: Quick Diagnosis
- Check battery level dulu
- Cuba restart kamera
- Tukar memory card kalau ada spare
- Check all connections (lens, battery grip)
Step 3: Backup Device Activation
Ini yang korang MESTI ada walaupun budget tight:
- Cover dengan Smartphone. Insyaallah camera smartphone sejak tahun 2017 dah boleh print gambar cantik.
- Mintak tolong assistant kalau ada
- Emergency contact fellow fotografer nearby. Bagus kalau ada dalam whatsapp group photographer setempat.
- Update FB. Jangan buang FB dan focus guna IG saja.
Untuk Mengelakkan Masalah Berlaku
Masalah Battery:
- Always bawa minimum 3 spare batteries
- Power bank dengan dummy bateri untuk pengguna Sony
- Bawa plug dan charger semasa shooting. Pasang siap-siap bila sampai
Memory Card Issue:
- Bawa card spare
- Beli card dari trusted seller.
- Jangan beli card yang harga murah tak masuk akal di Shoppee
- Guna card reader yang bagus
Lens Problem:
- Check lens sebelum keluar shooting
- Kalau anda rely dengan sebijik zoom lens 25-105mm contohnya, bawa satu lagi Prime lens 35mm as backup.
- Kurangkan guna image stablizer untuk pastikan lens tahan lama
- Simpan dalam dry box.
Speedlight Problem:
- Zaman Godox ni saya lihat tak ramai bawa flash backup
- Sila bawa sebijik lagi speedlight
- Beli wireless trigger. Kalau hot shoe problem kurang-kurang boleh trigger guna wireless.
Emergency Backup Strategy:
- Phone Photography Mode
- Switch to highest resolution
- Use manual camera apps
- Focus on key moments je
- RAW format kalau phone support
- Borrow or Rent
- Contact camera rental. Kalau di KL saya selalu guna Rentaru. Call, bayar dan book lalamove tolong hantar.
- Minta backup dari fotografer dalam area
- Family member client yang ada decent camera. Pinjam ja kamera dia.. haha. Saya pernah buat zaman pakai 5D MK II dulu.
- Maklum pada kawan pengantin. Minta tolong ambil gambar, lepas event minta airdrop.
- Damage Limitation
- Prioritize most important moments
- Get basic shots at least
- Focus on storytelling rather than technical perfection
- Document everything for future reference
Yang Korang Kena Faham – Professional Mindset
Serious talk – client bayar korang bukan just untuk camera yang mahal. Diorang bayar untuk expertise, experience, dan problem-solving skills korang.
Saya pernah dengar fotografer yang buat excuse macam:
- “Sorry, kamera rosak, tak boleh shoot”
- “Kena cancel sebab technical problem”
- “Gambar hilang, nothing I can do”
JANGAN buat macam tu! Professional fotografer akan cari solution, bukan buat excuse. Jangan terus cabut balik.
Yang saya perasan, client will respect korang more kalau korang handle crisis dengan professional approach. Some of my best client relationships started from how I handled difficult situations.
Kesimpulan
Saya percaya, dalam photography business yang saya nak buat, preparedness adalah key to professional success.
Yang saya nak tekankan – equipment failure will happen. Yang beza professional dengan amateur adalah how korang handle the situation.
Ingat baik-baik:
- Backup plans bukan optional – WAJIB
- Client confidence depends on your reaction
- Professional reputation built on crisis management
- Prevention always better than cure
Alhamdulillah, selepas implement semua strategy ni, saya tak pernah lagi encounter situation yang really threatens my professional reputation. Even bila ada technical issues, client tetap confident sebab diorang nampak saya well-prepared.
Yang penting – korang bukan just fotografer, korang adalah professional service provider. Act like one, especially during crisis.
Insyaallah, kalau korang implement semua guidelines ni, korang akan nampak dramatic improvement dalam professional confidence dan client satisfaction.
Saya harap sharing ni bermanfaat untuk journey photography business korang. Jangan lupa, preparation today will save your reputation tomorrow.
Ada soalan atau nak share pengalaman korang sendiri? Drop comment kat bawah. Saya sentiasa happy nak discuss dengan fellow fotografer! 📸
Azam
Principal Neurmaya Photography






